KEPIKIRAN UN

Tanggal 26 April pagi masih ada beberapa guru yang mengantarkan surat pemberitahuan kelulusan, bagi yang belum lulus tentu akan didatangi. Bagi yang lulus maka wali yang di undang ke sekolah untuk menerima hasil ujian. Sekitar j 6 pagi seorang guru lewat depan rumah seorang siswa, sepertinya para siswa memang harap2 cemas menanti kabar. Siswa ini deg-deg an, karena sang guru berhenti di jalan depan rumahnya. Guru tersebut turun, tengok kanan kiri… si anak tadi semakin was-was, dalam pikirannya jika guru ini ketempatku maka berarti aku tidak lulus. Tanpa disangka guru ini kemudian naik motor lagi dan pergi, ternyata salah tempat….

???????????????????????????????


Ujian Nasional telah lewat, hasil telah disampaikan kemarin senin tanggal 26 April 2010. Hasilnya? Ya namanya ujian ada yang lulus ada yang gak, Ujian dimaksudkan untuk menyaring sehingga dia pantas atau tidak untuk naik tingkat ke janjang yang lebih tinggi, apakah dunia kerja atau kuliah…??? Masalah pro dan kontra tentang adanya ujian tentu akan dibahas oleh pakar-pakar pendidikan, karena mereka lah yang lebih paham harus dibagaimanakan pendidikan ini.

Terlepas dari itu semua, rasa dag dig dug para siswa peserta ujian tidak dapat dipungkiri, tapi anehnya tetep aja meski belum lulus ikut konvoi-konvoi, ya buat hiburan mungkin. Segala upaya telah mereka lakukan, dari belajar terus (mungkin??) berdoa (mungkin??) minta do’a restu ortu (mungkin??) sampai dengan mencari bocoran. Kalau hasilnya belum memuaskan ya harus legowo, berarti masih belum maksimal yang diusahakan.

Mungkin dunia pendidikan memang harus evaluasi diri, dengan tingkat kelulusan yang kurang memuaskan, mana yang harus disalahkan? Kayaknya memang kita semua harus berpikir, sebagai guru tidak bermaksud menggurui tapi alangkah bijak sebagai seorang guru lebih meningkatkan profesionalismenya untuk mengajar, jadikan ajang sertifikasi sebagai semangat semakin berprestasi dalam meningkatkan pendidikan siswa, jangan jadikan sertifikasi menjadi semangat untuk mencari gaji yang akhirnya menelantarkan siswa. Sebagai pemerintah alangkah bijak jika fasilitas pendidikan diperlengkap, agar tidak ada kesenjangan dalam dunia pendidikan antara daerah kota dengan selain kota. Bagi para ortu bimbinglah anak-anak kita agar rajin belajar, buatlah kondisi yang nyaman bagi anak untuk belajar. Bagi seluruh masyarakat dan sekitarnya dimohon agar mampu memberikan pelajaran moral yang baik, yang mampu memberikan semangat para anak untuk terus berkarya dan belajar.

Bukan bermaksud menggurui siapapun tapi masalah ini adalah masalah kita bersama, mulai dari diri kita sendiri, keluarga kita, tentu hasilnya akan baik pula buat kita sekitar kita dan bangsa kita.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Modern Warfare 3